Xabi Alonso baru didatangkan sebagai pelatih oleh Real Madrid pada 1 Juni 2025, namun masa kepelatihannya di klub ini sangat singkat. Ia menjadi pengganti Carlo Ancelotti yang kontraknya diputus lebih awal oleh klub pada akhir musim 2024/2025.
Kedatangan Alonso diharapkan membawa perubahan positif dalam performa tim, terutama di awal musim 2025/2026. Madrid menunjukkan performa yang meyakinkan, menciptakan harapan baru di kalangan penggemar dan manajemen klub.
Namun, harapan itu tidak bertahan lama ketika badai dan kesulitan mulai menghampiri tim di awal November 2025. Setelah kekalahan mengejutkan dari Liverpool di Liga Champions, Madrid mengalami kesulitan untuk meraih kemenangan secara konsisten.
Kekalahan yang Menyiksa dan Dampaknya terhadap Tim
Kekalahan dari Liverpool menjadi titik balik bagi Madrid, di mana tim ini mulai kehilangan kepercayaan diri. Alhasil, mereka hanya berhasil mencatatkan beberapa kemenangan pada pertengahan Desember hingga awal Januari.
Di tengah-tengah situasi sulit ini, realita pahit harus diterima Madrid ketika mengalami kekalahan dari Barcelona dalam Piala Super Spanyol. Kekalahan tersebut menjadi laga terakhir bagi Alonso sebagai pelatih.
Keputusan manajemen untuk mengakhiri kontrak Alonso lebih cepat mencerminkan ekspektasi tinggi klub. Dalam pengumuman resmi, Madrid mengangkat Alvaro Arbeloa sebagai penggantinya, menandai perubahan besar di kursi kepelatihan.
Statistik dan Performa Selama Menangani Klub
Selama berada di kursi pelatih, Alonso menangani Madrid dalam 28 laga, di mana ia berhasil membawa tim meraih 20 kemenangan. Meskipun terdengar impresif, lima kekalahan dan tiga hasil imbang membuat banyak pihak mempertanyakan kepemimpinannya.
Jika ditotal, persentase kemenangan Alonso adalah sekitar 71,43 persen, angka yang cukup bagus di permukaan. Namun, fans kecewa karena tim tidak berhasil meraih trofi dalam ajang-ajang penting.
Beberapa laga berpotensi menjadi jalur meraih trofi, seperti FIFA Club World Cup dan Piala Super Spanyol, namun semua harapan itu sirna dengan cepat. Alonso belum mampu menghadirkan gelar bagi Madrid dalam waktu singkatnya.
Pergeseran Strategi dan Harapan ke Depan
Setelah kepergian Alonso, banyak yang mencoba menganalisis strategi yang diterapkannya saat menjabat. Meskipun memiliki statistik yang terlihat menjanjikan, banyak penggemar merasa tak puas dengan gaya permainan yang diterapkan di lapangan.
Perubahan kepelatihan diharapkan bisa membawa angin segar bagi tim di sisa musim ini. Arbeloa diharapkan bisa meneruskan legasi yang ditinggalkan Alonso dengan gaya bermain yang lebih menarik dan ofensif.
Tentu, sangat penting bagi pelatih baru untuk segera melakukan adaptasi dengan cepat guna memperbaiki performa tim yang saat ini sedang jatuh. Keberhasilan Arbeloa di Madrid akan sangat diukur dari hasil dengan hasil di lapangan.
